Ternyata Masih Merindukanmu

Aku senang mengetahui bahwa kamu baik-baik saja di sana. Aku bahagia ketika melihat kamu dalam kondisi paling prima. Meskipun ratusan jarak melampaui akal sehatku untuk memelukmu, setidaknya aku percaya; kita masih bisa saling berpeluk dalam doa.

Hey, apa kabarmu? Aku rasa, jika kita masih bersama, tentu aku dan kamu sudah tersiksa dengan rindu yang sama beratnya. Untungnya, kita sudah tidak lagi jalan beriringan, sehingga kamu bisa mengejar mimpimu, dan aku di sini bisa serius menjalani cita-citaku.

Aku hanya bisa meminta maaf karena menyakitimu, aku selalu merasa bersalah karena menyakitimu, membuatmu hancur saat mendengar segalanya mendengar kamu hancur, mungkin terlambat tapi disaat itupun aku hancur.

Dalam diam, aku pun setengah berharap. Mungkinkah kamu akan kembali ke padaku setelah apa yang aku lakukan? Walaupun, tidak, kalau boleh aku sedikit berandai-andai, supaya aku dan kamu bisa mengulang "kita" yang dulu pernah ada.

Kita dulu pernah begitu sempurna. Aku dan kamu yang saling mengalirkan tawa. Kamu yang memelukku dalam derasnya hujan sebelum kita memasuki Taman Jajan di Bintaro, kala itu. Kamu yang melempar senyum ke arahku setiap kali aku mengomel karna tingkah aneh yang kamu lakukan untuk membuatku tertawa, Atau, kamu yang membisikan setiap inci kata cinta di telingaku.

Haha. Aku pernah begitu bahagia ketika bersamamu. Dan, kamu pernah begitu menangis, ketika aku dengan egoisnya meninggalkanmu demi orang yang baru ku kenal, sungguh akupun menyesal setiap harinya aku selalu memikirkan betapa egoisnya aku hari itu, tapi lagi dan lagi setiap orang memiliki kesalahan.. Setiap aku merasa bersalah dan menangis aku selalu membaca buku yang kamu berikan di hari perpisahan kita karena saat membaca itu aku merasa kamu masih mencintaiku dan mengguku walau sudah sebaliknya dan boneka anjing itu selalu menemani tidurku selama setahun belakangan ini, kamu benar dia sangat menjagaku. "Sayangku, apa arti dari seluruh air matamu dan janji menunggu jika akhirnya aku tergantikan?

Tatapan matamu berubah menjadi dingin bukan tatapan mata yang biasa kulihat. walau hanya sekali aku benar-benar berharap dapat melihat tatapan matamu yang dulu, tatapan matamu yang membuatku selalu rindu.

Aku tidak tahu, tulisanku tentang kerinduanku terhadap tatapan matamu ternyata meraup perhatian dari banyak orang terdekatku dan hebatnya semua bagai pwramal yang tahu siapa yang aku rindukan. Hal yang sebenarnya kamu tidak tahu pacarku setelah kamu selalu cemburu karena aku selalu mengingat makanan favoritmu dan lupa makanan favoritnya, lucu bukan? kamu tidak tahu apa-apa sayang aku tidak benar-benar melupakanmu bahkan sampai sekarang.

Komentar